JEPANG-Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena serta menerima kunjungan kehormatan Gubernur prefektur Aichi, Hideaki Ohmura, di Ruang Orion A, Nagoya Kanko Hotel, Kamis (26/5).
Pertemuan ini merupakan agenda pertama sesaat Presiden JOkowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta rombongan tiba di Nagoya Kanko Hotel, Jepang.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam keterangan persnya seusai mengatakan, pertemuan bilateral antara Presiden RI Joko Widodo dengan Presiden Sri Lanka membahas beberapa isu, di antaranya upaya untuk meningkatkan ekonomi utamanya kerja sama di bidang perdagangan dan investasi.“Ikatan Indonesia dengan Sri Lanka itu sangat kuat. Kita mundur sejarah, adalah dua negara yang melahirkan KAA (Konferensi Asia Afrika), aktif GNB (Gerakan Non Blok), dan tadi disampaikan bahwa posisi politik luar negeri dalam isu isu internasional kedua negara banyak sekali yang sama. Oleh karena itu, ini merupakan aset kedua negara meningkatan kerja sama di bilateral bidang ekonomi,” kata Retno kepada wartawan di lantai 18, Nagoya Kanko Hotel, Lantai 18, Kamis (26/5).
Menurut Menlu, dalam pertemuan itu Presiden Jokowi menyampaikan minat Indonesia untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi Sri Lanka, terutama dalam hal pengadaan gerbong kereta api, di mana pembangunan kereta api termasuk pengadaan gerbong penumpang dan barang masuk dalam Invesment Propose Sri Lanka 2015-2020. “PT INKA indonesia sudah menyampaikan niatnya untuk bekerja sama dengan Sri Lanka, dan Presiden Jokowi menyampaikan indonesia siap untuk melakukan kerjasama dalam pengembangan kereta api. itu yang disampaikan Presiden mengenai masalah ekonomi,” kata Retno.














