Dalam rangka gerakan Ayo Menabung ini, selama bulan Oktober 2016, OJK bersama-sama Industri Jasa Keuangan (IJK) menyelenggarakan rangkaian kegiatan Inklusi Keuangan dengan semboyan “Inklusi Keuangan Untuk Semua”.
Selama pelaksanaan bulan Inklusi Keuangan tersebut, tercatat pembukaan jumlah rekening baru di seluruh industri jasa keuangan sebanyak 3.5 juta rekening, dengan rincian sebagai berikut:
Pertama, Pembukaan rekening dana pihak ketiga 3.388.267 rekening. Kedua, Pembukaan polis asuransi 12.482 polis. Ketiga, Pembukaan rekening investasi pada pasar modal 14.880. Keempat, Pembukaan rekening pada Dana Pensiun 665. Kelima, Pembukaan rekening pembiayaan14.321 rekening. Dan Keenam, Pembukaan rekening tabungan emas sebanyak 115.862 rekening.
Saat ini, OJK bersama beberapa Kementerian dan industri jasa keuangan juga telah melakukan beberapa inisiatif untuk meningkatkan akses keuangan masyarakat kepada sektor keuangan formal, khususnya masyarakat yang berpenghasilan rendah dan berdomisili di daerah-daerah yang belum dapat dijangkau oleh Lembaga Jasa Keuangan.
Inisiatif tersebut di antaranya adalah Simpanan Pelajar (SimPel), yang hingga saat ini telah diikuti sekitar 2 juta pelajar, Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (LAKU PANDAI), yang saat ini sudah memiliki 1.626.066 nasabah dengan nilai tabungan Rp63 miliar, Investasi dalam bentuk reksadana murah dengan dana investasi awal Rp100 ribu, Program JARING untuk memfasilitasi pembiayaan pada sektor perikanan dan kelautan dan Layanan Keuangan Mikro atau Laku Mikro merupakan layanan terpadu dengan proses yang sederhana, cepat, akses mudah, dan harga terjangkau. Saat ini sudah diikuti 11 Lembaga Jasa Keuangan dengan total sebanyak 8.857 outlet.














