“Jangan sampai yang produktif ini tidak memiliki keterampilan yang memiliki kualifikasi yang baik,” tutur Presiden.
Menurut Presiden, satu BLK itu hanya mengeluarkan sekitar 1.000 – 2.000 lulusan per tahun. Padahal angkatan kerja di Indonesia berjumlah jutaan, sehingga ini dibagi di pondok-pondok pesantren.
Lebih Berkualitas
Presiden Jokowi menilai, BLK Komunitas lebih efektif dan memberikan sebuah dorongan angkatan kerja yang terampil dan berkualitas. BLK Komunitas di dalam pondok pesantren misalnya, menurut Presiden, kualitasnya akan lebih baik.
“Bisa dilakukan habis subuh, bisa dilakukan habis zuhur, bisa dilakukan malam hari, habis isya bisa, karena memang santrinya ada di situ. Ini efektif sekali,” ujar Presiden seraya menambahkan, setelah dibangun, tiga sampai empat bulan selesai bangunannya, setelah itu pelatihan instruktur, baru masuk kepada pelatihan-pelatihan.
Presiden juga meminta agar ada link and match dengan industri yang ada di sekitar pondok pesantren, karena pondok pesantren boleh memilih, mau pelatihan untuk IT, untuk garmen, untuk industri kreatif, untuk pengolahan pertanian, atau lainnya.
Selain itu, lanjut Presiden, link and match dengan industri yang ada di sekitar pondok pesantren, karena pondok pesantren boleh memilih, mau pelatihan untuk IT, untuk garmen, untuk industri kreatif, untuk pengolahan pertanian, silakan.














