Menurut Presiden Jokowi, pada tahun 2015, pemerintah menganggarkan kurang lebih Rp 30 triliun untuk KUR yang bisa disalurkan pada usaha-usaha mikro, dan bunganya telah diturunkan dari 22% menjadi 12%. Tahun depan, kata Presiden Jokowi, diharapkan nantinya bunga KUR itu bisa turun menjadi 9%, dengan ruang yang lebih besar lagi yaitu Rp 90 triliun. “Tetapi dalam waktu yang pendek ini, saya ingin yang Rp 30 triliun itu bisa betul-betul bersih bisa disalurkan sehingga bisa memperkuat, melindungi usaha-usaha mikro kita, dan juga bisa menggerakkan ekonomi yang ada di bawah,” pinta Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi meminta semua menteri, semua bank berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan sehingga ada kelonggaran dalam relaksasi aturan dalam rangka mendukung program KUR itu.
Sebelumnya, Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Anak Gede Ngurah Puspayoga, pemerintah akhirnya merevisi target penyaluran KUR hanya sebesar Rp 20 triliun hingga akhir tahun 2015. Angka ini turun dari target pemerintah sebelumnya yang optimistis penyaluran mencapai Rp 30 triliun hingga akhir tahun ini. Revisi tersebut akibat dari distribusi KUR yang terlambat. “Target akhir 2015 ini dari bank pelaksana adalah antara Rp 19 triliun-20 triliun. Sampai saat ini BRI sudah Rp 3,5 triliun. Para pelaku KUR itu sangat optimistis antara Rp 19 triliun-20 triliun,” ujarnya.














