Dia menjelaskan, target tersebut dianggap paling realistis karena penyaluran KUR sendiri oleh tiga bank yaitu BRI, BNI dan Bank Mandiri baru dilakukan pada akhir Agustus sehingga belum berjalan maksimal. “Karena memang pelaksanaan KUR ini baru akhir Agustus, September sampai akhir Desember dengan target realistis tiga bank antara Rp19 triliun sampai Rp20 triliun sampai dengan rapat tadi,” lanjutnya.
Selain itu, kendala lainnya lantaran lembaga keuangan di daerah seperti bank pembangunan daerah (BPD) juga masih mengalami hambatan dalam penyalurannya. “Laporan dari bank pelaksana, baik BRI, BNI, maupun Mandiri, itu sudah disampaikan tadi oleh Pak Asnawi (Dirut BNI), jadi target yang Rp 28 triliun, karena BPD belum masuk targetnya antara Rp19 sampai Rp20 triliun, itu sangat realistis ya,” katanya.
Meski demikian, lanjut Puspayoga, pemerintah akan terus berupaya agar penyaluran KUR ini maksimal sehingga lebih banyak UKM yang mendapatkan manfaat dari kredit ini. “Tentunya pelaksana KUR itu masih melakukan relaksasi dalam pemberian dana KUR itu kepada masyarakat untuk kepentingan yang lebih produktif,” pungkasnya.














