Terkait pemulihan ekonomi, Kepala Negara menyampaikan, target pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2021 berada di kisaran 4,5-5,5 persen.
Untuk mencapai target tersebut, salah satu kuncinya adalah investasi.
“Ini kuncinya ada di Pak Bahlil, Kepala BKPM. Setiap hari saya telepon, saya tanya terus, berapa persen bisa tahun ini? Berapa triliun bisa naik? Siapa yang masuk? Sudah sampai mana? Targetnya kecapai ndak?,” ungkapnya.
Hal ini akan membuka banyak peluang usaha dan juga lapangan pekerjaan yang pada gilirannya akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
Presiden pun menekankan kembali arahannya terkait kemitraan penanam modal besar baik dari dalam negeri maupun luar negeri dengan pelaku usaha lokal dan UMKM.
“Saya selalu titip pada Kepala BKPM agar bisa menyambungkan, mempartnerkan antara investasi/investor, baik investor asing maupun investor besar dari dalam negeri untuk bisa berpartner dengan pengusaha-pengusaha HIPMI, pengusaha-pengusaha daerah,” tegasnya.
Kemitraan tersebut dimaksudkan untuk mendorong pemerataan ekonomi hingga ke daerah-daerah dan pelaku usaha lokal dapat merasakan secara langsung manfaat dari investasi.
Pemerintah juga terus berkomitmen untuk mendorong peran pelaku UMKM dalam upaya pemulihan ekonomi nasional melalui pemberian insentif dan stimulus agar UMKM tidak hanya mampu menyelamatkan dan mengembangkan diri, namun sekaligus mendongkrak ekonomi nasional.













