“Jadi terus antek asingnya di mana pertanyaan saya, ini jangan politik bolak-balik. Politik dibolak dibalik hanya untuk kepentingan-kepentingan sesaat. Ini 4 tahun kita lakukan ini, bukan barang mudah, bukan pekerjaan mudah, bukan negosiasi yang mudah,” jelas Presiden.
Lebih lanjut, Kepala Negara bercerita bahwa menteri yang menjalankan juga bertanya apakah perintah yang disampaikan telah dihitung dan dikalkulasi risikonya.
“Kalau saya memerintahkan sesuatu, sudah saya hitung, sudah saya kalkulasi, dan risiko-risiko yang ada menjadi tanggungan saya. Saya sampaikan itu,” tegasnya.
Saat menangani masalah Freeport ini, Presiden mengaku banyak yang tidak suka dirinya namun terus dihadapi.
“Saya memang tidak banyak ngomong sebelum berhasil saya diam saja. Karena tahu-tahu sudah negosiasi, tahu-tahu kebalik kita enggak dapat, malu juga kita. Ini bukan sesuatu yang mudah. Jadi saya tidak berani ngomong selama 4 tahun karena ini bukan sesuatu yang mudah,” ujar Presiden menceritakan














