Presiden menginginkan reformasi di tubuh Polri harus betul-betul konkrit dan nyata dalam wajah pelayanan Polri pada masyarakat. “Tidak ada lagi pungutan liar (pungli), tidak ada lagi makelar kasus (markus), tidak ada lagi diskriminasi dalam penegakan hukum maupun dalam perlindungan warga masyarakat,” tegas Presiden.
Pada momentum ini, Presiden juga mengingatkan Polri untuk mau dan ikhlas menekan egosektoral dan memperkuat kerja sama antar lembaga, seperti dengan KPK dan Kejaksaan. “Kejahatan hanya bisa diperangi, kejahatan hanya bisa diberantas kalau kita bersatu, kalau lembaga-lembaga-lembaga penegak hukum saling bahu-membahu”, ucapnya.
Dalam sambutannya, Presiden juga mengucapkan terima kasih pada seluruh anggota Polri yang sedang bertugas menjaga keamanan, mengatur lalu lintas, dan memperlancar arus mudik menjelang hari raya lebaran. “Saya ingin memberi penghargaan dan apresiasi pada anggota Polri, yang dengan penuh keberanian menumpas terorisme, melawan bandar narkoba, dan juga bekerja keras menangani kasus-kasus kriminal yang disoroti masyarakat,” kata Presiden.
Mengakhiri sambutannya, Presiden berharap dan mendoakan Polri agar mampu berbenah diri menghadapi persaingan masa depan dan semakin dicintai rakyat Indonesia. “Semoga di Hari Bhayangkara yang ke-70, Polri mendapat berkah Ramadan sehingga makin handal, makin dicintai rakyat, dan reformasi internal Polri berputar semakin cepat,” pungkasnya.













