JAKARTA-Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian mesin bor bawah tanah atau tunnel boring machine (TBM) untuk proyek transportasi massal (Mass Rapid Transit/MRT) Jakarta, di titik Patung Pemuda Senayan (Bunderan Senayan), Jakarta, Senin (21/9) pagi.
Dengan kecepatan 8 meter per hari, pengeboran bawah tanah proyek MRT Jakarta yang akan berlangsung selama 24 jam itu, akan dilaksanakan September hingga Desember 2016.
Presiden Jokowi memberi nama mesin bor pertama ini Antareja, merujuk pada tokoh pewayangan bawah tanah.
Menurut rencana, proyek MRT menggunakan empat mesin bor. Dua mesin dipakai untuk mengebor terowongan dari Senayan, tepatnya di bawah patung Api Nan Tak Kunjung Padam (Patung Senayan), Jakarta Selatan, hingga Setiabudi, Jakarta Pusat. Satu mesin lainnya saat ini tengah dalam perakitan.
Mesin TBM tersebut menggunakan teknologi earth press balance pertama di Indonesia. Dibuat oleh perusahaan Jepang, mesin ini akan dioperasikan oleh Shimizu, Obayashi, Wijaya Karya dan Jasa Konstruksi.
Pengeboran ruang bawah tanah dijamin aman, tidak menimbulkan getaran atau tanah longsor. Bahkan masyarakat juga tidak perlu khawatir dengan curah hujan karena stasiun bawah tanah dibangun dengan dinding pelapis.













