Punya Potensi
Sebelumnya Presiden Jokowi menyampaikan rasa syukurnya karena pengumpulan dan penyaluran zakat di Istana yang dilakukan oleh BAZNAS mulai 2016 lalu, telah berjalan secara rutin, dan ini dapat menjadi pilar penguatan keuangan syariah.
Presiden menekankan bahwa potensi zakat yang besar di Indonesia harus bisa dimaksimalkan. Ia mengutip laporan yang disampaikan oleh Ketua BAZNAS,ada potensi Rp232 triliun, dan yang baru bisa masuk ke BAZNAS Rp8,1 triliun.
“Artinya, masih ada sebuah potensi yang sangat besar,” ujar Presiden Jokowi.
Namun demikian, Kepala Negara juga sangat menghargai bahwa rata-rata dalam 5 tahun ini pertumbuhan penerimaan zakat yang melalui BAZNAS mencapai 26,64.
“Ini juga sebuah pertumbuhan yang sangat besar dan kita harapkan ke depan ada sebuah lompatan-lompatan pertumbuhan pengumpulan dan pengelolaan zakat di negara kita,” ucapnya.
Zakat, lanjut Kepala Negara, sangat penting sekali untuk menggerakkan baik pertumbuhan ekonomi, mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan mendorong Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia.
Penyerahan zakat yang dilakukan di Istana Negara itu diikuti oleh sejumlah menteri, Jaksa Agung, para pejabat tinggi TNI/Polri dan pejabat eselon I kementerian/lembaga, serta direksi BUMN (Badan Usaha Milik Negara).













