JAKARTA-Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Firmanzah mengatakan agenda pembangunan nasional masih menyisakan sejumlah tantangan baik yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Karena itu, siapapun yang akhirnya terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2014-2019 harus didukung bersama demi melanjutkan pembangunan nasional yang tengah berjalan. “Siapapun yang akan terpilih sesuai perhitungan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli mendatang, Presiden baru Indonesia sudah ditunggu banyak pekerjaan dan agenda. Kita tentunya tidak ingin menghabiskan energi terlalu banyak di kontestasi politik penyelenggaran Pilpres 2014. Kita masih membutuhkan energi yang besar menghadapi tahun-tahun mendatang. Karena itu, kita harus meniadakan dendam politik paska Pemilu Presiden (Pilpres),” kata Prof. Firmanzah, PhD, saat berbincang di Jakarta, Senin (14/7).
Dia mencontohkan, tahun 2015, Indonesia akan memasuki babak Masyarakat Ekonomi ASEAN yang memerlukan perhatian serius mengingat waktu yang tersisa relatif singkat paska penyelenggaraan Pilpres. Presiden dan Wakil Presiden yang dilantik pada 20 Oktober 2014 perlu mengoptimalkan kerja 2 bulan sebelum memasuki tahun 2015. Ini tentunya bukanlah hal yang mudah. “Konsolidasi dan koordinasi lintas sector perlu dipacu di samping mengawal percepatan infrastruktur sehingga Indonesia bisa mengambil manfaat positif dari era komunitas ASEAN. Era baru masyarakat ASEAN ini tentunya juga memicu ketatnya persaingan antar kawasan di masa-masa mendatang,” papar Firmanzah.














