Lebih lanjut, Lukita menjelaskan bahwa tidak ada yang berhasil mencapai posisi negara maju tanpa didukung oleh aparatur dan birokrasi yang handal. Pengalaman Singapura, Hong KongĀ dan Taiwan dengan peringkat indeks pemerintahan yang jauh lebih tinggi dari Indonesia membuktikan bahwa dengan aparatur dan birokrasi yang handal mereka mencapai berbagai sasaran pembangunan yang bermutu. Belum lagi dengan dibukanya Komunitas Bisnis ASEAN pada tahun 2015, tanpa pembenahan, lapangan pekerjaan di Indonesia berpotensi dikuasai oleh tenaga kerja handal dari Malaysia dan Singapura.
Ā
Bonus Demografi
Ā
Lukita juga mengungkapkan bahwa dalam 15 tahun kedepan, Indonesia akan memanfaatkan bonus demografi akibat menurunnya angka kelahiran dan meningkatnya usia harapan hidup yang berkontribusi pada meningkatnya jumlah penduduk usia produktif.Ā Menurutnya, Indonesia akan mengalami ledakan penduduk usia produktifĀ pada tahun 2028-2029. Jika ditunjang dengan kebijakan yang tepat, mereka bisa dimanfaatkan sebagai angkatan kerja produktif yang dapat secara drastis menurunkan angka ketergantungan. Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035 memperkirakan bahwa pada tahun 2031 angka ketergantungan drastis menurun mencapai 46,9 persen. Ini berarti setiap 47 orang penduduk usia tidak produktif akan menjadi beban tanggungan 100 orang usia produktif.













