Akan tetapi, terkadang orang tua terbentur pada pilihan harus mengutamakan yang mana.
Tentunya kebutuhan pendidikan anak, sebagai makhluk titipan Tuhan kepada kita, sangat penting.
Namun, pemilihan sekolah harus menyesuaikan dengan kondisi keuangan orang tua, agar tidak mengganggu persiapan pensiun.
Tetap memprioritaskan dana pensiun tidak menjadikan kita sebagai orang tua yang buruk, juga bukan berarti kita tidak menghargai masa depan anak kita.
Tidak bisa dipungkiri, ada kalanya dalam suatu periode waktu porsi untuk mengisi pos dana pendidikan anak bisa lebih besar daripada pos dana pensiun.
Jika demikian, ketika pos dana pendidikan anak telah terkumpul (misalnya untuk sampai lulus sarjana), segera tingkatkan porsi pengisian pos dana pensiun.
Pada akhirnya orang tua harus ingat bahwa anak bukanlah sapi perah yang boleh dituntut untuk menopang kehidupannya di usia lanjut kelak.
Kita punya andil besar untuk menentukan tingkat kesejahteraan kita di masa pensiun. Jadi, persiapkan dengan baik masa pensiun kita sejak usia muda dan persiapkan dana pendidikan anak sejak ia dalam kandungan.
Penulis adalah Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia di Jakarta













