Kunci keberhasilan ini ternyata sudah ditebak. “Keberhasilan ini berasal dari persiapan yang matang, peserta yang telah mengikuti program pelatihan, serta didukung lokasi strategis di tengah paviliun negara Eropa. Para eksportir juga makin percaya diri karena kualitas produk yang ditampilkan hampir sama dengan para peritel besar,” ujar Nus.
Peserta pameran memang sudah disiapkan, dilatih, diajari kiat-kiat dan berbagai tips, bahkan selama pameran juga didampingi. “Peserta pameran dipilih dan diseleksi secara ketat dari berbagai aspek seperti keuangan, jumlah pegawai, proses produksi hingga desain produk,” ujar Nus.
Usut punya usut, persiapan yang matang ini telah diprogramkan oleh Kementerian Perdagangan. “Sejatinya ini implementasi kerja sama Kementerian Perdagangan dengan Swiss Import Promotion Programme (SIPPO) dalam upaya meningkatkan kemampuan perusahaan furnitur Indonesia memasuki pasar Eropa,” ujarnya.













