JAKARTA-Tren perdagangan produk furnitur ke Jerman mengalami pertumbugan positif hingga meningkat 17, 14% atau senilai USD 32,09 juta. Peningkatan ini cukup menggembirakan setelah periode sebelumnya, perdagangan furnitur sempat mengalami tren negatif sekitar 14,24%.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Nus Nuzulia Ishak mengatakan Jerman merupakan salah satu tujuan utama ekspor produk furnitur Indonesia dengan nilai mencapai USD 67,5 juta untuk tahun 2013. “Jerman menempati urutan ketiga tujuan ekspor furnitur Indonesia dan posisi pertama untuk wilayah Eropa,” ujarnya di Jakarta, Senin (1/9).
Untuk terus meningkatkan daya saing produk furniture Indonesia di Jerman dan Eropa, Ditjen PEN Kementerian Perdagangan menggenjot promosi, termasuk berpartisipasi pada Spoga Fair di Koln, Jerman.
Spoga Fair merupakan salah satu pameran internasional terkemuka untuk produk furnitur outdoor. Dalam pameran ini Kemendag menempati paviliun seluas 238 m2 pada Indonesian Country Pavillion yang merupakan kerja sama Ditjen PEN dan Swiss Import Promotion Program (SIPPO). Peserta pameran adalah perusahaan-perusahaan yang telah lulus seleksi audit dan telah mengikuti program pelatihan yang diselenggarakan oleh SIPPO. Dalam program ini, setiap perusahaan dipersyaratkan mengikuti pelatihan selama 3 tahun berturut-turut dan hanya diberi kesempatan mengikuti pameran sebanyak tiga kali. Tujuannya untuk menciptakan kemandirian dalam persaingan global.















