Data Kemendag menyebutkan 10 perusahaan terpilih sebagai peserta pameran, yaitu PT. Casa Java Furniture, Semarang; PT. Evoline Furniture Industry, Sidoarjo; CV. Debough Indonesia – Mbiyen, Sidoarjo; UD Permata Furni, Semarang; CV. Ergo Furniture Indonesia, Jakarta; PT. Tunas Sinergi Persadatama, Yogyakarta; CV. Sunteak Alliance, Jepara; CV. Jawa Corner, Kudus; PT. Amangriya, Sidoarjo; dan Queen Furniture, Jepara.
Atase Perdagangan RI di Berlin juga terlibat dengan menempati area 55 m2. Terdapat beberapa perusahaan dari program pelatihan sebelumnya yang diajak serta yakni PT. Elmas Natura, Jakarta dan PT. Khavindo Mebel Indonesia, Cirebon.
Nus Ishak menyatakan kegiatan promosi yang pesertanya telah disiapkan seperti ini sangat penting guna mendukung pencapaian target ekspor. “Pameran yang kepesertaannya disiapkan melalui program pelatihan ekspor merupakan kegiatan yang dapat mendukung tercapainya target ekspor menurut produk ke negara tujuan ekspor yaitu Jerman. Jerman merupakan salah satu pasar utama yang ditargetkan tumbuh sebesar USD 2,9 miliar (realisasi 2014-2015) dengan target pertumbuhan ekspor produk hasil hutan pada tahun 2014 senilai USD 117,8 juta,” pungkas Nus.















