Kerja sama ini menjadi salah satu pertimbangan utama Joh. Heinrich Warncke GmbH dalam mengimpor produk kayu dari Indonesia.
Sebagai salah satu pemain utama industri lantai kayu di Jerman, importir ini memiliki jangkauan pasar di seluruh wilayah Jerman.
Sejak didirikan pada tahun 1835, perusahaan ini selalu menjaga konsistensinya atas standar produk yang tinggi untuk memenuhi permintaan konsumen.
“Program misi pembelian ini gencar kami (Kemendag) lakukan untuk membantu buyer maupun calon buyer memperoleh rekomendasi perusahaan yang tepat sebagai tambahan referensi bagi mereka. Dengan begitu, akan lebih banyak lagi eksportir yang terbantu melalui program ini,” tandas Nus.
Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Pradnyawati memaparkan bahwa Indonesia adalah negara eksportir utama produk kayu, khususnya flooring parquet, ke dunia.
Pada tahun 2013, total ekspor flooring parquet Indonesia mencapai nilai USD 500,3 juta.
Selama periode 2009-2013 ekspor flooring parquet Indonesia terus mengalami peningkatan dengan tren positif 6,68%.
Pada periode Januari-Mei 2014, ekspor flooring parquet Indonesia tetap tumbuh sebesar 23,67% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni mencapai USD 241,3 juta.














