Sementara itu, menurut Atase Perdagangan RI di Beijing Dandy Satria Iswara, masyarakat Negeri Tirai Bambu sangat gemar mengonsumsi udang dan ikan. Hampir setiap restoran dan rumah makan menyediakan menu produk hasil laut dan perikanan seperti ikan, udang, cumi, lobster, kepiting, kerang, hingga gurita. “Bertambahnya penduduk dan meningkatnya kemampuan daya beli masyarakat RRT juga merupakan peluang yang tidak boleh terlewat begitu saja,” tegas Dandy.
RRT merupakan mitra dagang utama Indonesia dengan total perdagangan nonmigas mencapai USD 42,48 miliar pada 2015. Pada periode yang sama, ekspor nonmigas Indonesia ke RRT sebesar USD 13,26 miliar. Adapun produk-produk ekspor nonmigas terbesar Indonesia ke RRT yaitu palm oil, chemical woodpulp, lignite, coal, palm kernel, dan copper.
Pada periode 2011-2015, ekspor produk perikanan Indonesia ke RRT terus meningkat, dari USD 83,47 juta menjadi USD 119,31 juta dengan tren positif sebesar 9,17%. “Nilai ekspor ini relatif kecil dibandingkan potensi yang dimiliki Indonesia. Ekspor produk hasil laut dan perikanan Indonesia harus dapat lebih ditingkatkan lagi dengan memperkenalkan keunggulan kita melalui kegiatan promosi berkesinambungan di RRT,” tandas Tjahya.















