JAKARTA-Indonesia akan menjadi negara maju dan disegani dunia global saat ini apabila nilai-nilai Pancasila diamalkan dengan baik dan bertanggungjawab, baik di bidang agama, sosial politik, ekonomi, industri, pendidikan, budaya, dan sebagainya. Sebaliknya kalau mau menghancurkan Indonesia, maka dengan menghancurkan Pancasila. “Jadi, memaknai nilai-nilai kepahlawanan yang diperingati setiap tanggal 10 November, sebagai buah perjuangan para pendiri bangsa ini, khususnya tantara rakyat, para ulama, kiai, santri, dan rakyat di seluruh Indonesia, kini adalah dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata anggota MPR RI dari FPKB H. Jazilul Fawaid MAg dalam dialog 4 pilar MPR RI “Implementasi Hari Pahlawan dan Mengenali Kembali Jati Diri Bangsa” bersama sejarawan UI JJ Rizal di Jakarta, Senin (14/11/2016).
Karena itu kata Jazil – sapaan akrab Jazilul Fawaid, memaknai Indoensia ini harus dengan spirit Pancasila yang memang tidak bertentangan dengan semua ajaran agama khususnya Islam. Dimana nilai-nilai Pancasila itu bagi Nahdlatul Ulama sebagai ‘Master peace’ Islam Nusantara.
Hanya saja nilai-nilai itu mulai luntur khususnya di kalangan anak-anak. Karena itu Jazil meminta kita untuk terus-menerus menanamkan di dalam keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara. Dimana heroisme itu adalah kelutusan, keihklasan, dan kesungguhan, dalam pengabdian, perjuangan untuk melayani masyarakat di berbagai kehidupan.












