Khusus bagi para elit negeri ini kata Jazil, maka dalam mengelola negara harus berpijak pada nilai-nilai Pancasila. “Kita coba tawarkan ke dunia bagaimana demokrasi Pancasila ini terbukti mampu memelihara kedamaian, kententraman, persatuan, persaudaraan dalam keragaman, kemajemukan, dan kebhinnekaan di tengah konflik dan perpecahan umat Islam di Timur Tengah, Pakistan, Afghanistan, dan negara Islam lain yang gagal merawat negaranya,” tambahnya.
Selain itu sejalan dengan perkembangan zaman menurut Jazil, kita mesti mampu menawarkan produk-produk unggul Indonesia di dunia internasional. “Zaman memang berubah di era digital saat ini, tapi nilai-nilai Pancasila itu tetap berlaku sepanjang masa. Maka mengukuhkan jati diri bangsa ini ke luar negeri, maka dengan tetap harus meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya,” pungkasnya.
Rizal mengakui saat ini semakin sulit mencari pahlawan atau teladan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kembali mengambil pelajaran dari para tokoh yang sudah wafat khususnya mereka yang dianggap sebagai Pahlawan Nasional. “Mereka inilah yang telah mewariskan nilai-nilai kepahlawanan yang harus dilakukan oleh generasi muda sekarang dan mendatang,” katanya.












