Sementara yang memiliki peran utama untuk pengejawantahan nilai-nilai itu adalah institusi pendidikan sebagai rumah kebudayaan dan rumah sejarah. Hanya saja menurut Rizal, kini tidak tercermin dalam institusi pendidikan sebagai instrument institusi budaya. Karena itu problem bangsa ini sekarang bukan brand, tapi revitalisasi ide nation.
Revitalisasi idenation kembali ke Pembukaan UUD 1945, Pancasila dan sejarah perumusan persiapan Indonesia merdeka. Namun, kini kata Rizal, makin rumit, karena mayoritas elit bangsa ini tak bisa bicara nation, kebangsaan karena gagal mentransfer knowledge, pengetahuan, akibat tidak lagi senang membaca buku, kecuali buku rekening. “Elit negara ini hanya senang baca buku rekening,” pungkasnya. ***












