JAKARTA-PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melaporkan, insiden yang terjadi di Proyek Tembaga Tujuh Bukit pada akhir pekan lalu berpotensi memicu tertundanya produksi emas dan arus kas dari proyeksi sebelumnya.
Berdasarkan keterbukaan informasi MDKA yang dilansir Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (15/9), pada 12 September 2020 telah terjadi insiden di salah satu proyek tambang MDKA, yakni Proyek Tembaga Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur.
“Yang terpenting bahwa tidak ada korban jiwa atau lupa pada pekerja yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung dan juga tidak ada kerusakan lingkungan yang ditimbulkan,” demikian disebutkan Sekretaris Perusahaan Merdeka Copper Gold, Adi Adriansyah Sjoekri.
Dia menjelaskan, pada Sabtu pagi di pekan lalu, ada retak ditemukan pada permukaan heap leach pad, kemudian karyawan dan peralatan tambang dievakuasi sebagai tindakan pencegahan.
Pada Sabtu siang, sebagian dari ore yang ditumpuk di bagian depan heap leach pad mengalami penurunan permukaan.
Pergerakan dari material tersebut mengakibatkan kerusakan pada pipa dan pompa.
Sehingga, pekerjaan irigasi pada area heap leach pad dihentikan sementara dan perseroan sedang menyusun rencana-rencana perbaikan untuk meminimalisir dampak yang lebih buruk.













