MDKA mengungkapkan, laporan TB Copper Resources 2019 menyebutkan bahwa Proyek Tembaga Tujuh Bukit mengandung 8,8 juta ton tembaga dan 28 juta ons emas.
Perlu diketahui, pada 2019 tambang emas di Proyek Tembaga Tujuh Bukit mampu memproduksi emas sebesar 223 ribu ons dengan nilai pendapatan mencapai USD312 juta.
Berdasarkan hasil produksi emas tersebut, maka pertumbuhan produksi di 2019 menjadi sebesar 33 persen (year-on-year).
Sehingga, kinerjanya tercatat berhasil mempertahankan All-in Sustaining Costs (AISC) di level USD600 per oz.
“Mengingat adanya ketidakpastian geopolitik, harga emas telah meningkat secara signifikan dalam jangka panjang dan banyak analis memperkirakan tren ini akan berlanjut, karena banyak faktor, termasuk pelonggaran kuantitatif atau pencetakan uang yang dilakukan pemerintah-pemerintah secara global,” demikian dipaparkan dalam Materi Public Expose MDKA.
Dalam materi tersebut juga menyebutkan, pada April 2020, Bank of America Merrill Lynch telah menaikan target harga emas untuk 18 bulan ke depan menjadi senilai USD3.000 per oz.
Harga tembaga juga telah berkinerja baik di 2020 (naik 9,1 persen secara year-to-date).
Sebagian besar analis melihat kecenderungan peningkatan jangka panjang pada harga tembaga, karena kegunaan tembaga sangat dibutuhkan oleh sektor industri, seperti kendaraan listrik yang sedang berkembang pesat.













