Hadir sebagai pembicara dalam acara ICON IV tersebut adalah AM Putut Prabantoro (Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada – Semangat Satu Bangsa) dan Letjen TNI (Pur) Kiki Syahnakri (Ketua Umum PPAD).
“Selama ini, upaya mengembangkan dan mengelola BUMD di Riau lemah, tidak berjalan dengan baik. Beberapa BUMD di Riau tidak berjalan. Contohnya, Bumi Siak (PT Bumi Siak Pusako, Red). Sekarang perusahaan itu hanya memproduksi minyak yang jumlahnya tinggal belasan ribu barel,” ujar Prof Isyandi yang juga anggota Tim Ahli Ekonomi IRI.
Oleh karena itu, lanjut Isyandi yang juga anggota Tim Ahli Ekonomi IRI, ke depan dibutuhkan manajemen pengelolaan BUMD yang baik, transparan, akuntabel di Riau. Dia menyarankan, salah satu yang bisa dipraktikkan adalah IRI, yakni sebuah konsep mengawinkan badan usaha milik negara (BUMN) dan BUMD.
Menurut Isyandi, selama ini Pemerintah Provinsi Riau terlihat belum memiliki arah kebijakan pengelolaan sumbet daya migas yang jelas dan baik. “Oleh karena itu, dalam rangka kemandirian pengelolaan sumber daya alam, konsep IRI ini patut diimplementasikan agar kita berdikari di bidang energi,” tutur Ketua Jurusan FE Universitas Riau itu.
“Melalui kegiiatan ini, mahasiswa FE Universitas Riau ingin mencoba untuk melakukan pengenalan diri di tingkat nasional. Salah satunya dengan membuat lomba karya ilmiah kemahasiswaan tingkat nasional,” katanya.














