Rida pun menjelaskan, untuk menambah demand konsumen listrik, Pemerintah mendorong PLN untuk fokus kepada transmisi dan distribusi, tidak hanya di pembangunan pembangkit.
Seperti yang diketahui, program 35.000 MW terdiri dari pembangkit dan transmisi, juga di dalamnya ada gardu induk.
“Kita sendiri dari sisi pemerintah juga sudah mengimbau, meminta agar PLN sedikit mengalihkan fokusnya tidak lagi ke pembangkitan di 35.000 MW. PLN itu sudah didorong agar tidak lagi fokus di pembangkit tetapi lebih banyak di transmisi dan distribusi, agar listrik semakin banyak yang beli,” tandas Rida.
Selain peningkatan kapasitas terpasang pembangkit listrik, pemerintah berupaya untuk terus meningkatkan akses listrik yang merata ke seluruh Indonesia. Sampai dengan Semester I tahun 2020, rasio elektrifikasi nasional mencapai 99,09%.
Sedangkan Rasio Desa Berlistrik Nasional sampai mencapai 99,51%. Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan Rasio Elektrifikasi Nasional adalah dengan menjalankan program melistriki 433 desa belum berlistrik melalui perluasan jaringan, pembangunan minigrid, dan program tabung listrik.
Dalam kesempatan tersebut, Rida juga menyampaikan realisasi investasi di subsektor ketenagalistrikan, dimana sampai dengan Juni 2020, investasi subsektor ketenagalistrikan telah mencapai 3,97 Miliar USD dengan target investasi di tahun 2020 sebesar 11,95 Miliar USD.















