Dalam uji coba tersebut, Pertamina telah memasang conversion kit pada 5 mobil tangki dengan menggunakan dual fuel system. Selain itu, Pertamina melakukan pengadaan ISO tank LNG serta pembangunan sarana pengisian LNG di Terminal BBM Balikpapan.
Hanung mengatakan terdapat sekitar 2.100 mobil tangki di bawah pengelolaan anak perusahaan yang dapat dikonversi bahan bakarnya ke LNG. Jika seluruh mobil tangki tersebut berhasil dikonversi, maka total penghematan biaya bahan bakar mobil tangki BBM bisa mencapai Rp280 miliar per tahun. “Solar yang dapat dihemat mencapai sekitar 3.500 KL per bulan. Penghematan tersebut bisa bertambah apabila komposisi LNG dalam dual fuel mix lebih besar. Kami dalam waktu dekat juga akan melakukan uji coba penggunaan LNG 100%,” ungkapnya.
Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto mengungkapkan pada tahap awal pasokan LNG untuk program konversi ini bersumber dari PT Badak NGL yang berkolaborasi dengan anak perusahaan Pertamina yang bergerak di sektor gas lainnya, yaitu PT Pertagas dan PT Nusantara Regas. Dia mengatakan LNG memang cocok digunakan untuk heavy duty vehicles, seperti mobil tangki BBM, truk dan alat berat pertambangan serta truk besar untuk jarak tempuh yang jauh.














