Selain itu, Pembangunan Jalan Tol Cikampek-Palimanan senilai Rp 1,25 triliun, Pembangunan Jalur Ganda KA dan elektrifikasi Serpong-Maja-Rangkasbitung senilai Rp. 1,5 triliun, Pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang senilai Rp. 545 miliar, Pengembangan PLTU Adipala 660 MW senilai Rp. 6,9 triliun, Pembangunan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto senilai Rp. 3,1 triliun, Pembangunan Jalan Tol Gempol-Pandaan senilai Rp. 1,1 triliun, Pengembangan Pelabuhan Branta Kab. Pamekasan senilai Rp.158 miliar, Pembangunan Pabrik Kendaraan bermotor R-4 senilai Rp. 11,8 triliun, Pembangunan Pabrik Semen Merah Putih senilai Rp. 6,8 triliun, Pembangunan Smelter 1.200 MT Kab. Gresik senilai Rp. 1,29 triliun, Pembangunan Smelter 300 ribu MT Kab. Tuban senilai Rp. 3,6 triliun, Pembangunan Smelter 243,6 ribu MT Kab. Situbondo senilai Rp. 4,02 triliun, dan Pembangunan Smelter 100 ribu MT Kab. Tuban senilai Rp. 1,9 triliun.
Menurutnya, dampak pembangunan proyek MP3EI bagi daerah salah satunya dicontohkan seperti pembangunan pabrik smelter yang mengolah bahan bakunya,akan disertai industri pendukungnya dan infrastruktur seperti double track, pelabuhan, lapangan terbang, jalan tol. “Tentunya pembangunan proyek MP3EI ini bisa membuat competitiveness Jatim naik. Selain itu, Jatim dapat menjadi barometer dan generator ekonomi yang penting bagi Kawasan Indonesia Timur” katanya.













