Lebih lanjut disampaikannya, pembangunan konektivitas ini memang tidak bisa saling menunggu, karena telah berjalan dengan paralel. “Karenanya pembangunan harus dipercepat sehingga memiliki daya saing tinggi. Jadi ketika terhubung, kita tidak dirugikan, paling tidak sama-sama memberikan manfaat,” tegasnya.
Dalam laporan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung disebutkan, saat ini telah terjadi perubahan yang signifikan pada pembiayaan proyek pembangunan di Indonesia. “Telah terjadi perubahan yang signifikan dalam sumber pendaan ekonomi nasional,” ujarnya.
Adapun pembiayaan investasi proyek MP3EI terdiri dari pembiayaan investasi diperoleh dari 26,2 persen BUMN, 37,9 persen dari pihak swasta, 15,6 persen dari Pemerintah APBN dan APBD, dan 20,3 persen berasal dari campuran BUMN dan swasta. “Pembangunan ekonomi daerah saat ini tidak lagi mengandalkan dana dari pemerintah yang terdapat pada APBN dan APBD,” jelas CT panggilan akrabnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) (Pelindo III) Djarwo Surjanto mengatakan Terminal Teluk Lamong saat ini telah masuk dalam tahapan akhir menjelang penngoperasian. Hal itu diungkapkan Djarwo saat mendampingi Pakde Karwo dalam acara video conference dengan Presiden RI SBY. Menurut Djarwo, pembangunan fisik Terminal Teluk Lamong telah selesai dilakukan dan alat-alat pendukung operasional juga telah siap untuk digunakan. “Secara fisik bangunan Terminal Teluk Lamong telah siap, tinggal proses pelaksanaan testing dan komissioning peralatan angkat dan angkut yang saat ini sedang berlangsung,” katanya.













