JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk terus mencetak wirausaha muda khususnya di industri kreatif sektor kriya dan fesyen.
Upaya ini diwujudkan melalui program Creative Business Incubator yang dilaksankan oleh Bali Creative Industry Center (BCIC) bersama Business Venturing and Development Institute (BVDI) Prasetya Mulya.
“Melalui program tersebut, para pelaku industri kreatif bidang kriya dan fesyen akan diberikan pelatihan dan pendampingan untuk mengembangkan bisnis (scalling-up) dengan bentuk kegiatan berupa program kelas pada tahun pertama dan pendampingan di tahun kedua,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Kamis (30/7).
Gati menyampaikan, sebagian besar generasi muda sedang menghadapi tantangan seiring terjadinya perubahan tatanan baru di berbagai aspek kehidupan karena dampak pandemi Covid-19.
“Oleh karena itu, kami kembali menggelar program Creative Business Incubator untuk menghasilkan pelaku industri kreatif sebagai motor penggerak ekonomi masa depan,” jelasnya.
Sektor ekonomi kreatif diproyeksi telah memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga Rp1.200 triliun sepanjang tahun 2019 atau naik 9,6 persen dibanding capaian tahun sebelumnya.














