Bendungan multifungsi ini direncanakan mampu mengairi area irigasi seluas 1.500 hektar. Air irigasi dari bendungan akan meningkatkan Intensitas tanam dari 133 % (2000 Ha) ke 240% (3600 Ha). “Bendungan ini juga sebagai sumber air baku 300 liter/detik untuk Wonogiri, Sukoharjo, Solo dan sekitarnya. Sudah siap untuk kita pasang pipanya,” ujar Menteri Basuki.
Selain itu, bendungan ini juga bermanfaat untuk pengendali banjir dan sebagai lahan konservasi serta pariwisata sehingga dapat membantu kesejahteraan masyarakat sekitar. Daya tampung Bendungan Pidekso sebesar 25 juta meter kubik, dengan ketinggian 44 meter dari dasar sungai.
Menteri Basuki meminta bendungan yang menelan anggaran APBN sebesar Rp436 miliar tersebut dapat diselesaikan dengan kualitas yang sebaik mungkin. Selaku kontraktor pelaksana adalah PT. PP (Pembangunan Perumahan).
Menteri Basuki mengapresiasi kerja dari PT. PP yang dinilainya selalu rapih dan baik hasilnya. Selain itu dirinya juga berpesan kepada seluruh pegawai Kementerian PUPR dan para mitra kerja untuk terus menjaga kredibilitas dengan jujur dalam bekerja, kompak, dan mengedepankan keselamatan kerja.
Pada 2019 ini Kementerian PUPR melalui BBWS Bengawan Solo juga akan menyelesaikan tiga bendungan, yakni Bendungan Gondang, Gongseng & Bendo. Pembangunan bendungan diperlukan dalam rangka mendukung ketahanan air dan pangan. Secara nasional lahan irigasi seluas 7,3 juta hektare dimana baru 11% yang dilayani bendungan, sisanya mengandalkan air dari hujan atau sawah tadah hujan.















