“Ketika kebabalasan dan menyentuh hakiki budaya tertentu, baru kita tersadar, betapa susahnya menyadarkan publik bahwa negeri ini punya UU ITE,” tuturnya.
Candi mengaku, peritiwa penghinaan yang dilakukan seorang wanita lewat akun facebooknya tentang simbol mahkota yang dikenakan oleh Presiden Joko Widodo dalam kunjunganya ke Toba samosir beberapa hari lalu sangat melukai masyarakat Batak.
Sebab, bagi masyarakat Batak “Tahuluk” yang dikenakan Presiden merupakan simbol orang yang paling dihormati.
P“Kecermatan dalam mejalankan proses hukum memang penting, tapi situasi ini juga butuh kecepatan,” pungkasnya.














