Menurut Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi, Lada merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tersendiri. Indonesia memiliki lada yang khas seperti lada hitam Lampung dan lada putih Bangka. Keunikan lada dengan keunggulan geografis membuat lada Indonesia diminati pasar Internasional.”Indonesia merupakan produsen lada terbesar ke-2 setelah Vietnam,” jelasnya.
Data IPC 2013 produksi lada Indonesia diperkirakan mencapai 59 ribu ton dengan total volume ekspor 41,5 ribu ton atau dengan nilai ekspor sekitar USD 354 juta. Nilai ekspor tersebut berkontribusi sekitar 0,2% dari total ekspor Indonesia pada tahun 2013. Untuk konsumsi domestik mencapai 16,6 ribu ton. Estimasi IPC akan terjadi peningkatan produksi di tahun-tahun mendatang sehinga diperlukan upaya peningkatan perdagangan dan konsumsi untuk mengantisipasi surplus berlebihan. “Surplus berlebihan dapat berdampak kepada penurunan harga yang menyebabkan menurunnya pendapatan petani. Hal ini terjadi pada beberapa komoditas seperti karet dan kopi. Melalui kegiatan ini dapat mengatasi surplus berlebihan tersebut, terutama dampaknya terhadap penurunan harga,” ujarnya.
Dia berharap, kegiatan hari lada ini dapat berperan dalam meningkatkan antusiasme pemangku kepentingan di sektor lada, khususnya petani dan pengusaha nasional, bagi pengembangan komoditas lada yang pada akhirnya dapat meningkatkan perdagangan dan konsumsi lada nasional. Hari Lada dikemas menarik dengan adanya seminar setengah hari yang menghadirkan lima pembicara yang membahas pengembangan sektor lada dalam perspektif nasional dan internasional. Selain itu, lomba resep masakan yang diikuti oleh sekolah-sekolah tinggi pariwisata dan tata boga se-Jabodetabek dan Bandung dan dilanjutkan dengan demo memasak oleh chef Ragil dari acara “Makan Besar”.













