“Kasus ini aneh semua. Ibaratnya, mengaku kehilangan mobil mewah tetapi kemudian mengaku kehilangan motor bebek. Dan menurut info yang saya terima dan ini bisa dicek kebenarannya bahwa berdasarkan kesaksian Tian Herlambang dari KAP Henri dan Sugeng di Polres Bantul, ada permintaan dari PT Pixel Perdana Jaya untuk menunjuk auditor independe dan ahli. Untung Riski Nugroho dari KAP Henri dan Sugeng yang melakukan audit untuk mengetahu kerugian dari tanggal 27 April sd 07 Juni 2021. Bagaimana menentukan kerugian jika Leohardy tidak diwawancarai karena dia adalah pemegang kunci. Selain Leohardy, harusnya diwawancarai adalah Florentina Silalahi, Novi Lestari, Sri Hartati dan Yohanes Trihandoko, yang adalah karyawan PT Pixel Perdana Jaya cabang Yogyakarta,” ujar Dadang.













