Harry berharap LinkAja dapat berkompetisi dengan sistem pembayaran elektronik lainnya. Dalam kesempatan itu, Harry juga mendukung banyaknya perusahaan rintisan yang berkembang di Tanah Air.
Menurut dia, Indonesia berpotensi memiliki sejumlah perusahaan teknologi raksasa. Ditambah lagi , Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada 2045. Selain itu, ia juga mendorong agar BUMN membuat perusahan rintisan seperti LinkAja.
LinkAja merupakan bentuk sinergi BUMN untuk menghadirkan layanan transaksi digital yang lebih baik, mudah dan lengkap sehingga kehadiran BUMN benar-benar dapat dirasakan manfaatnya di tengah-tengah masyarakat Indonesia.
Demikian pula berbagai merchant dalam LinkAja secara bertahap akan semakin lengkap dengan kehadiran produk-produk BUMN yang dapat ditransaksikan menggunakan LinkAja, seperti pembayaran bahan bakar di SPBU, pembelian tiket kereta, pulsa telepon, produk asuransi dan beragam hal lainnya.
Layanan LinkAja dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sarana pembayaran digital berbasis uang elektronik sejak 3 Maret 2019.















