JAKARTA-Kendati peringkat investment grade yang diterima Indonesia terbilang bisa diterima pasar.
Namun lembaga pemeringkat utang internasional, Fitch Ratings menilai lambannya reformasi infrastruktur dan korupsi masih mengganggu investasi yang akan masuk.
“Secara struktural pembenahan infrastruktur dan korupsi masih belum ada perubahan yang jelas. Reformasinya masih berjalan lambat, sehingga status investment grade akan terpengaruh,” kata Rating Director Fitch Ratings, Eddy Handali di Jakarta, Senin (4/2).
Namun demikian, menurut Eddy, selama lima tahun terakhir Fitch menilai kinerja perekonomian Indonesia menunjukkan arah yang terus membaik.
“Tetapi, kalau kami melihat ada perubahan fundamental yang signifikan, bisa saja Fitch akan mengubah rating tanpa harus mengubah outlook ekonominya,” paparnya.
Di kawasan Asia Tenggara, kata Eddy, peringkat kemampuan membayar utang pemerintah masih lebih baik dari Filipina, namun masih berada di bawah Singapura, Malaysia dan Thailand.
“Saat ini rating Indonesia BBB-. Indonesia lebih lambat mendapatkan status investment grade, yakni pada 2011 yang sebelumnya berada di posisi ini pada 1998,” katanya.
Eddy menjelaskan, meskipun Fitch Ratings memberikan opini bahwa Indonesia masuk kategori layak investasi, tetapi pihaknya tidak memberikan informasi terkait kemungkinan gagal bayar.













