“Berdasarkan aturan Bapepam-LK, seharusnya setiap tahun kami me-review rating ini, tetapi bisa saja dilakukan sebelum genap satu tahun. Kami akan mengubanya jika ada perubahan fundamental ekonomi drastis,” katanya.
Sementara itu, Eddy menilai, sejauh ini industri perbankan menjadi salah satu sektor usaha yang paling banyak mengambil keuntungan dari membaiknya fundamental ekonomi Indonesia.
Hal ini tercermin dari agresivitas perbankan dalam menyalurkan kredit yang pada 2012 mencapai 23 persen. “Industri perbankan yang bisa memanfaatkan dari fundamental ekonomi kita yang membaik saat ini. Mereka yang diuntungkan dari situasi ini. Kalau bank sangat agresif, takutnya terlalu agresif. Kalau siklus ekonominya berbalik, takutnya NPL (rasio kredit bermasalah) akan naik,” papar Eddy.
Menurut Eddy, Fitch Ratings juga menilai bahwa Bank Indonesia dianggap tanggap dalam merespons aksi-aksi agresif yang dilakukan industri perbankan, seperti dengan mengeluarkan kebijakan pembatasan uang muka kredit kendaraan bermotor (KKB) dan kredit kepemilikan rumah (KPR).
Eddy mengatakan, meski pertumbuhan ekonomi di 2012 hanya sebesar 6,3 persen, kata Eddy, sejauh ini Fitch Ratings masih optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih akan terus membaik.













