Selain memperkuat pasar domestik, kata Andriano, SMGR juga secara agresif mendorong penjualan ekspor.
Pada Semester I-2025, ekspor meningkat hingga 24,9 persen, didukung pengembangan dermaga dan fasilitas produksi di Tuban, Jawa Timur, yang mampu menyalurkan hingga 1 juta ton semen per tahun ke pasar global, termasuk AS.
Optimisme SMGR juga ditopang oleh peringkat tertinggi idAAA (Triple A) dengan outlook Stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), yang mencerminkan posisi kuat perusahaan dalam industri semen nasional dan regional, sekaligus peran pentingnya dalam mendukung agenda pembangunan negara.














