Sebagai contoh, pada tahun 2012, untuk Kabupaten Bangka Barat, kerugian akibat besarnya biaya kesehatan mencapai Rp. 30 milyar, biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk mendapatkan air Rp. 42 juta, anggaran yang diperlukan untuk mengatasi penurunan produktivitas sumber daya alam non tambang pemulihan pertanian, perkebunan akibat erosi kegiatan tambang Rp. 500 milyar, anggaran untuk menjaga pemulihan keragaman hayati sebesar 76 milyar.
Direktur Eksekuti Nasional WALHI, Abetnego Tarigan menyatakan, tindakan konkrit diharapkan dari calon presiden pemenang pemilu 2014 untuk melakukan pemulihan lingkungan hidup Bangka Belitung.
Calon Presiden Jokowi dalam debat capres menyatakan, Indonesia tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan ekonomi dan menimbulkan pengrusakan lingkungan. D
alam hal ini tentunya termasuk pengrusakan lingkungan di Pulau Bangka Belitung.
Maka yang diperlukan sekarang adalah menghentikan produksi timah Bangka dari wilayah laut dan kawasan penting secara ekologis, penambangan timah tidak boleh dilakukan dengan metode yang tak aman dan melibatkan anak-anak.
Beban pemulihan Pulau Bangka Belitung ada pada pengusaha dalam negeri, pemerintah dan perusahaan elektronik internasional yang telah menggunakan timah Bangka-Belitung selama ini.













