JAKARTA-Pemerintah sangat ngebut dalam pembangunan infrastruktur, bukan karena ambisius. Namun agar Indonesia keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah (middle income trap).
“Lihat saja, Jepang dan Korea, bisa keluar dari middel income trap, karena banyak membangun proyek-proyek infrastruktur. Makanya, China banyak membangun KA Cepat,” kata anggota Komisi XI DPR Muhammad Misbakhun dalam diskusi “RAPBN 2019 dan Tantangan Pembangunan Nasional” bersama Pengamat ekomomi Ichsanuddin Noersy di Jakarta, Selasa (25/9/2018).
Investor banyak bertanya terkait infrastruktur, kata Misbakhun, contohnya perkembangan Tol Tandjung Priok yang sudah selesai. Tentu sangat menggembirakan bagi investor. Begitu juga dengan Tol Trans Jawa, harus selesai 2019.
“Karena itu sangat penting untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.
Lebih jauh anggota Fraksi Partai Golkar menceritakan keberadaan Bandara Soekarno-Hatta yang merupakan bandara terbaik era 1985-an. Namun perkembangannya lambat untuk di up-grade.
“Begitu Batam, menjadi pelabuhan terpanjang se Asean, sayang lambat dikembangkan,” paparnya.
Khususnya Tol Trans Jawa, Misbakhun membeberkan bahwa proyek tol tersebut sebenarnya sudah selesai ditender pada era Soeharto dan dimenangkan oleh swasta. Namun karena mangkrak, akhirnya BUMN mengambil alih.













