JAKARTA-Penantian akan dimulainya pengerjaan fisik proyek PLTU Batang, Jawa Tengah menemui titik terang. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah menerbitkan consent letter atas jaminan perolehan pendanaan (financial close) proyek tersebut. Penyerahan dan penandatangan ini disaksikan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Istana Negara, Kamis (9/6).
Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan kendala mundurnya pembangunan proyek senilai Rp40 triliun. “Sudah empat tahun terhenti karena pembebasan lahan. Enam bulan akan coba untuk diselesaikan. Saya juga sampaikan kepada Pemerintah Jepang. Janji saya meleset. Mundur enam bulan lagi, tapi alhamdulillah hari ini selesai,” ungkap Jokowi.
Meskipun meleset dari target awal yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah, Presiden Jokowi menegaskan pentingnya kehadiran PLTU berkapasitas 2X1000 MW. “Ini adalah proyek besar yang akan memberikan pesan kepada pemerintah kalau (proyek) itu untuk kebutuhan rakyat, kita akan ikut turun tangan,” tegas Jokowi.
Kondisi ini mampu memicu laju pertumbuhan ekonomi UMKM ataupun industri kecil. “Kalau listrik tidak tersedia, tidak hanya berdampak pada kebutuhan industri kecil yang di kampung dan di desa-desa. Selain itu, jangan dipandang enteng. Kalau listrik kurang, belajar anak di malam hari tidak termotivasi,” kata Jokowi.













