Pencapaian tersebut menandakan titik awal pembangunan PLTU Batang dan akan menjadi PLTU terbesar se-Asia Tenggara. Pemenuhan pendanaan diperoleh dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan bakal digarap oleh PT Bhimasena Power Indonesia yang menjadi konsorsium yang merupakan konsorsium dari Electric Power Development Co Ltd (J-Power), PT Adaro Power (AP) dan Itochu Corporation (Itochu). Untuk diketahui, proyek PLTU Batang menjadi proyek pertama dengan skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Nantinya, PLTU Batang menerapkan teknologi ultra super critical dengan sistem pengolahan gas buang yang ramah lingkungan karena meminimalkan gas emisi/disperse.













