“Jika para anggota Paspampres TNI dan ASN di lingkungan TNI tinggal di Rusunawa, tentunya ke depan mereka bisa menabung. Saat ini sebagian anggota TNI tinggal di rumah dinas, namun untuk mendapatkan lahan pembangunan perumahan tapak di Ibukota tentunya sangat mahal, jadi kami dorong agar pembangunan Rusun untuk anggota TNI dengan hunian vertikal seperti Rusun ini,” kata Khalawi.
Rusunawa yang dibangun terdiri dari satu tower setinggi 10 lantai sebanyak 93 unit dengan empat tipe berbeda yakni tipe A seluas 130 meter persegi sebanyak 2 unit, tipe B seluas 90 meter persegi sebanyak 9 unit, tipe C seluas 70 meter persegi sebanyak 44 unit, dan tipe D seluas 45 meter persegi sebanyak 38 unit.
Rusunawa Paspampres yang berlokasi di Jalan Tanah Abang II tersebut akan dibangun oleh kontraktor pelaksana PT Brantas Abipraya dengan pendanaan APBN tahun 2018-2019 senilai Rp 136 miliar. Setiap unit pada tower tersebut akan dilengkapi meubelair seperti meja tamu dan sofa, meja dan kursi makan, lemari pakaian, serta tempat tidur di tiap kamar. Rusun juga akan dilengkapi fasilitas satu basement dan satu helipad di bagian atap.
Khalawi menyatakan, ada hal spesial yang diperuntukkan pada Rusunawa Paspampres tersebut karena merupakan Rusun pertama yang dibangun dengan tipe yang beragam. “Jika Rusun Kejaksaan sebelumnya dibangun dua tower dengan dua tipe yang berbeda dengan tipe paling tinggi 82 meter persegi, maka Rusun Tingkat Tinggi Paspampres ini terdiri dari empat tipe mulai tipe 45 sampai tipe 130 meter persegi,” terangnya.














