JAKARTA – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melaporkan bahwa anak usahanya, PT Star Energy Geothermal telah menyelesaikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak Binary, dengan hantaran kapasitas sebesar 15,5 MW (gross capacity).
Menurut Direktur Utama BREN, Hendra Tan dalam siaran pers yang dikirim melalui surat elektronik, Selasa (11/2), penyelesaian PLTP Salak Binary yang berada di wilayah eksplorasi Gunung Salak, Jawa Barat ini telah meningkatkan total kapasitas terpasang PLTP milik Star Energy Geothermal menjadi 901,5 MW, yang merupakan salah satu terbesar di dunia.
Dia mengatakan, Indonesia merupakan salah satu dari sedikit negara yang memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia, karena posisinya yang berada di cincin api pasifik.
“Kami telah menyelesaikan commissioning test dari proyek Salak Binary. Dalam tes dengan rentang waktu 72 jam, Salak Binary menghasilkan 15,5 MW listrik, lebih tinggi dari ekspektasi kami,” kata Hendra.
Proyek Salak Binary ini merupakan salah satu proyek utama dalam strategi ekspansi BREN di bidang energi baru terbarukan (EBT).
Selain pembangkit panas bumi, perusahaan milik taipan Prajogo Pangestu ini juga memiliki pembangkit listrik tenaga angin yang telah diakuisisi pada 2024, dengan total kapasitas 78,75 MW.














