MAKASSAR-Pemerintah mencanangkan proyek pembangunan Underpass Simpang Mandai yang direncanakan menelan dana sebesar Rp 256 miliar dari APBN dan akan rampung 2017. Pencanangan tanda dimulainya proyek tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirine bersama oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung dan Menteri PU Djoko Kirmanto dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo didampingi Direktur Wilayah III Bina Marga Ober Gultom dan Kepala BPJN VI Deded Permadi Sjamsudin di Perlimaan Bandara Hasanuddin Makasar, Selasa (12/08).
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) VI Deded Permadi mengatakan, kondisi di persimpangan tersebut saat ini sering mengalami kemacetan panjang yang mengindikasikan volume arus kendaraan yang semakin meningkat.
Menurutnya, volume lalu lintas pada jam sibuk dari segala arah yang bertemu di persimpangan tersebut mencapai antara 9.500 sampai 10.000 satuan mobil penumpang (smp) per jam. Persimpangan titik temu lalu lintas kendaraan dari Kota Makassar ke arah Kabupaten Maros melalui Jl. Perintis Kemerdekaan dan Jalan Tol Seksi Empat, dan juga untuk akses menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Dikatakan, Lalu lintas di Simpang Mandai pada jam sibuk pagi atau sore hari didominasi oleh arus kendaraan menerus dari dan menuju Kota Makassar dan Kabupten Maros yang melalui Jl. Perintis Kemerdekaan. Berdasarkan kajian dengan beberapa skenario penanganan, konstruksi underpass menjadi pilihan paling optimal.















