Hal tersebut kata Deded didasarkan juga kepada kondisi topografi yang menunjukkan bahwa titik simpang tersebut merupakan titik tertinggi di area yang bersangkutan. Diharapkan dengan topografi demikian, persoalan drainase dapat diselesaikan dengan prinsip-prinsip gravitasi.
Di samping underpass untuk melayani lalu lintas arus menerus dari Kota Makassar menuju Maros atau sebaliknya, di lokasi tersebut direncanakan pula untuk dibangun Bundaran (roundabout) untuk pengaturan arus lalu lintas dari dan ke jalan tol menuju pelabuhan.
Untuk pembangunan Underpass Simpang Mandai tersebut, telah dilakukan beberapa tahapan kegiatan, mencakup studi kelayakan, studi lingkungan, dan perencanaan teknis. Pada saat ini perencanaan teknis sedang dalam tahap finalisasi.
Terkait kebutuhan lahan, sejak tahun 2013 telah dilaksanakan pembebasan secara bertahap (2.666 m2). Pada tahun 2014 sedang dalam proses lanjutan seluas ±1,8 Ha yang diharapkan selesai sebelum akhir tahun. Proses lelang dengan prakualifikasi ditargetkan sudah dapat dimulai pada akhir tahun 2014, sehingga tahapan konstruksi dapat dimulai pada awal tahun 2015 selama ± 22 bulan.
Menunut Kepala BPJN VI bahwa panjang penanganan Underpass tersebut 1000 m2, panjang konstruksi 120 m, lebar konstruksi 2 x 9 m dan kebutuhan lahan seluas 19.700 m2. Lahan yang telah bebas 2.666 m2 sisanya masih 17.034 akan dibebaskan tahun ini.















