JAKARTA-Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengecam pernyataan Forum Muslim Bogor (FMB) yang meminta Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor untuk tidak memfasilitasi perayaan Imlek dan Cap Go Meh di wilayah Bogor
PSI juga menyayangkan seruan FMB kepada kepada para ulama dan semua tokoh Muslim untuk menjelaskan kepada umat mengenai bahaya Cap Go meh terhadap akidah umat Islam.
“Kami sangat menyesalkan mengapa FMB memberikan stigma negatif terhadap Hari Raya kaum Tionghoa,” kata Mohamad Guntur Romli, juru bicara PSI untuk Perjuangan Toleransi.
“Saya tidak paham apa yang disebut sebagai ancaman Cap Go Meh terhadap akidah umat Islam? Sedemikian lemahkah keimanan umat Islam di Indonesia sehingga harus ketakutan terhadap Cap Go Meh?” tambahnya
PSI menyatakan sudah saatnya bangsa Indonesia bersatu padu berusaha mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera.
“Kalau kita saling melecehkan dan mencurigai satu sama lain, Indonesia akan terpecah belah,” ujar Guntur, yang juga adalah kader Nahdlatul Ulama.
“Kita ini satu, terkepas dari keragaman latarbelakang agama dan etnik. Dan untuk menunjukkan kita satu, kita justru harus saling menghargai, menghormati dan bahkan merayakan perbedaan itu,” imbunya.
Pernyataan PSI ditujukan pada seruan FMB (23 Januari) tentang perayaan Imlek dan Cap Go Meh yang jatuh pada 5 dan 19 Februari 2019 mendatang. FMB mengingatkan bahwa perayaan Imlek dan Cap Go meh adalah ritual agama etnis Tionghoa, sehingga umat Islam bukan saja tidak boleh terlibat di dalamnya, tapi juga harus mewaspadainya.















