JAKARTA-Banyaknya kecelakaan kerja dalam proyek strategis nasional (PSN) perlu mendapat perhatian. Terutama dalam pemasangan balok girder, baik proyek tol maupun LRT. “Yang bertanggung jawab itu manajemen lapangan. Apakah sudah sesuai dengan SOP atau tidak,” kata anggota Komisi VI DPR Endang Srikarti Handayani kepada wartawan di Jakarta, Selasa (23/1/2018).
Seperti diketahui pemasangan balok girder beberapa kali mengalami kecelakaan pada sejumlah proyek infrastruktur, misalnya Tol Pasuruan-Probolinggo, Tol Depok-Antasari dan proyek LRT Jakarta. Meski pemasangan balok girder dilakukan oleh sejumlah Sub kontraktor berpengalaman, namun ada saja kecelakaan kerja.
Ambruknya beton girder konstruksi LRT ternyata dikerjakan oleh PT VSL Indonesia selaku Subkon PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. Begitu juga ambruknya girder Tol Depok-Antasari dikerjakan Subkon,
PT Citra Waspphutowa, anak perusahaan PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP).
Namun begitu, anggota Fraksi Partai Golkar ini setuju perlu adanya evaluasi secara menyeluruh. Proteksi terhadap para pekerja menjadi di lapangan harus menjadi prioritas. “Asuransi pekerja proyek ini harus ada, kalau tidak ada, maka ini jelas pelanggaran SOP. Jadi harus kita perketat jaminan keselamatan kerja ini,” tambahnya.













