Diharapkan Moch. Djaja, dengan pelatihan ini akan menunjang program pemerintah khususnya Kementerian Perhubungan dalam hal keamanan penerbangan.
Khususnya di internal perusahaan kalau terjadi pelanggaran makan akan diproses dengan benar dan diberikan sanksi oleh perusahaan apabila ada kesalahan yang diperbuat dalam proses kerja perusahaan.
Sehingga akan menimbukan efek jera terhadap karyawan yang lain.
Sementara itu Komisaris PT DAPK MayJend TNI (Purn.) Unggul K. Yudoyono ketika menutup acara pelatihan Penyelidikan dan Penyidikan ini mengatakan bahwa waktu pelatihan selama 3 hari memang masih sangat kurang dan ilmu yang diserap masih jauh dari sempurna.
Namun dengan ilmu yang didapat sudah bisa memberikan manfaat dalam bentuk impelementasi di lapangan untuk menunjang keamanan penerbangan.
“Karena dalam bekerja di perusahaan regulated agent seperti DAPK memerlukan keahlian tertentu dan keseriusan dalam bekerja sehingga akan membantu dalam menunjang keamanan penerbangan,” jelas Unggul.
Dengan pelatihan selama 3 hari diharapkan Unggul, akan menunjang keamanan penerbangan.
“Karena dalam bekerja di perusahaan regulated agent seperti DAPK memerlukan keahlian tertentu dan keseriusan dalam bekerja sehingga akan membantu dalam keamanan penerbangan,” kata Unggul.















