JAKARTA – Manajemen PT Yamaha Music Manufacturing Asia (YMMA) di Kawasan Industri MM2100 Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, mengklaim telah mengalami kerugian hingga Rp50 miliar imbas aksi unjuk rasa buruh yang berlangsung berlarut-larut.
Aksi demonstrasi buruh di perusahaan itu berlangsung sejak Oktober 2024 bahkan pada Maret 2025 aksi digelar berhari-hari.
Aksi serupa kembali dilakukan, terkini Senin (23/6/2025). Unjuk rasa yang dilakukan kerap menutup jalan termasuk akses keluar dan masuk perusahaan.
“Kalau sampai kondisi kemarin sekitar lebih dari Rp50 miliar hanya untuk beberapa hari di Bulan Maret kemarin kalau terkait kerugian,” kata Direktur Human Resources PT. YMMA Lili Gunawan di Cikarang seperti dikutip ANTARA, Rabu (25/6).
Ia menjelaskan kerugian itu disebabkan perusahaan tidak bisa produksi karena ada aksi demo yang menutup lalu lintas ke pabrik.
Bus antar jemput karyawan turut dihadang pendemo dan kontainer bahan baku serta barang jadi siap ekspor tidak bisa keluar dari pabrik.
Di sisi lain manajemen tetap membayar upah karyawan meskipun tidak ada produksi, termasuk konsumsi pekerja yang sudah disediakan, tetap menjadi beban perusahaan.
“Tentu saja kita tidak bisa memproduksi, itu penyebab kerugian tertinggi. Itu tidak hanya kerugian materi, belum bicara soal kerugian lain seperti kepercayaan terhadap customer,” katanya.













