Puan pun menambahkan, hal tersebut akan menjadi salah satu strategi pemenangan yang akan dilakukan PDIP.
Namun waktunya masih menunggu momen yang tepat, mengingat keduanya juga memoliki tugas sebagai pejabat publik.
“Tapi paling tidak, apa saja yang akan dilakukan sudah melalui koordinasi dan kesepakatan bersama dalam penugasan-penugasannya itu. Jadi kita berdua akan selalu seiring seirama,” tegas Puan.
Sementara itu saat memberi arahan di acara Rakernas PDIP, Puan mengingatkan seluruh kader untuk menyatu dengan rakyat demi kemenangan tiga kali berturut-turut di Pemilu
“Karakter PDI Perjuangan adalah partai wong cilik, yang artinya kekuatan yang sebenarnya adalah menyatu dengan rakyat dan menjalankan kerja-kerja ideologis untuk rakyat,” kata Puan.
Ditambahkannya, PDIP sebagai partai wong cilik harus memiliki mesin partai yang konsistensi turun ke bawah guna menyerap aspirasi rakyat.
Dengan begitu, kata Puan, bersama dengan rakyat PDIP bisa mencapai target kemenangan hattrick di Pemilu 2024.
Selain itu, Puan mengungkapkan bahwa ideologi PDIP sejalan dengan Pancasila yakni bergotong royong demi kemajuan bangsa dan negara.
Oleh karenanya, ia menekankan tidak boleh ada kader yang bekerja sendiri.
“Di PDI Perjuangan, tidak ada istilahnya bintang bersinar sendiri. Yang ada adalah Pancasila sebagai bintang penuntun kita, dan inti Pancasila adalah gotong royong,” papar Puan.
Di sisi lain, mantan Menko PMK ini mendorong seluruh mesin partai untuk bekerja ekstra, termasuk pada tahapan kampanye sesuai jadwal Komisi Pemilihan Umum (KPU) yakni 28 November 2022 sampai 10 Februari 2024. Puan mengatakan, PDIP harus selalu bekerja demi rakyat.
“Sejarah telah memberikan kesempatan kepada kita semua sebagai alat perjuangan partai untuk mewujudkan tujuan perjuangan partai,” ucapnya.














